Aku setia duduk disudut keheningan
Mengais bisu arti sebuah bahagia yang tak kunjung tiba
Tenggelamku dalam luka tak berujung
Hanya ada hampa yang menyekat
Jiwaku seperti mati
Detak hati ini terlanjur berhenti
Terasing sepi menyusuri hitam diri
Tak ada lagi asa yang menyeruak
Hanya sepi yang hidup jadi prasasti
Terapung jiwaku dalam perjalanan pongah
Goyah kakiku menjejak rumah hatimu
Masihkah ada bahagia yang tersisa
Sementara kamu semakin jauh ku kejar
Ketika derita ini kusentuh pedih
Aku tak percaya lagi bahagia itu ada
Aku tak tahu lagi jalan mana yang harus kupijak
Semua terasa kabur
Samar bayangmu tak bisa lagi kusentuh
Pada arakan awan....
Kujeritkan aroma pedihku
Hatiku patah kala kutahu kamu telah berdusta
Airmata yang tumpah adalah bukti aku terluka
Apalagi yang bisa aku lakukan?
Selain memanjatkan ribuan doa
Dalam sujud....
Kupinta jutaan harap
Semoga aku tabah dalam sedih yang tak bersahabat
Minggu, 06 September 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar