Pelan waktu merambat dalam diriku
Kesepian mulai terasa hampa
Hanya kekosongan yang ada dulu
Aku sudah terbiasa dan kuacuhkan
Tapi sekarang kurasakan himpitan kesepian
Yang menekan rasa dalam diriku
Hari~hari yang aku lewati terasa bagai malam tak berkesudahan tanpa ada dirimu di sisiku
Ketika matahari tak kunjung datang
Untuk menyentuh kalbuku yang paling dalam
Hanya mendung yang menemani pilu dan getir ini
Aku hanya bisa pasrah bersujud di langit~langit pengharapan
Aku berdiri di ruang~ruang semesta tinggi
Atau sihirlah mataku sehingga aku bisa berdampingan denganmu
Dan.....
Kubisikkan bahasa cinta kepadamu
Kau yang menyikap jiwa
Dan menutupi malam
Kau yang menakjubkan yang beterbangan di langit mimpiku
Pikiran dan kata~kataku adalah gelombang dari ingatan yang tak akan terpisahkan
Yang menyimpan kenangan hari~hari kemarin kita
Senin, 24 Mei 2010
Sabtu, 22 Mei 2010
SAAT MERINDU
Sampai detik ini....
Aku masih memilin angin yang tak beraturan
Negeri rindu yang kau tebar masih tertutup kabut tebal
Sementara aku kakiku gemetar menilas jejakmu
Tak ampun lagi aku berlari mengejar negeri rindumu
Apakah ini hanya bayang~bayang semata?
Tapi mengapa kau begitu nyata dimataku
Kakiku tak gentar memburu wajahmu
Hanya kadang gemetar saat ku tahu kau jauh dari sisiku
Lega rasanya bisa menyisir semua keindahanmu meski hanya dalam mimpi
Aku tersudut seorang diri
Kupandangi langit yang luas tak berbatas
Kuraba hati kembali
Menakar kangen dan rindu yang hinggap,untukmu
Perjalanan dan pencarianku belum juga berakhir
Masih saja ada rindu yang terus mencatat tentangmu
Tak hilang,meski kau semakin jauh berlari
Sebaris waktu bersamamu menjadi pahatan terindah dalam perjalanan hidupku
Segala cerita tentangmu masih tertinggal di jiwaku
Mengerak keras dalam lelahnya pengembaraanku
Sungguh terlalu berat memikul beban rindu ini
Andai kau tau itu!
Aku masih memilin angin yang tak beraturan
Negeri rindu yang kau tebar masih tertutup kabut tebal
Sementara aku kakiku gemetar menilas jejakmu
Tak ampun lagi aku berlari mengejar negeri rindumu
Apakah ini hanya bayang~bayang semata?
Tapi mengapa kau begitu nyata dimataku
Kakiku tak gentar memburu wajahmu
Hanya kadang gemetar saat ku tahu kau jauh dari sisiku
Lega rasanya bisa menyisir semua keindahanmu meski hanya dalam mimpi
Aku tersudut seorang diri
Kupandangi langit yang luas tak berbatas
Kuraba hati kembali
Menakar kangen dan rindu yang hinggap,untukmu
Perjalanan dan pencarianku belum juga berakhir
Masih saja ada rindu yang terus mencatat tentangmu
Tak hilang,meski kau semakin jauh berlari
Sebaris waktu bersamamu menjadi pahatan terindah dalam perjalanan hidupku
Segala cerita tentangmu masih tertinggal di jiwaku
Mengerak keras dalam lelahnya pengembaraanku
Sungguh terlalu berat memikul beban rindu ini
Andai kau tau itu!
Selasa, 18 Mei 2010
KETIKA CINTA (II)......
Ketika cintamu asyik bercengkerama sendiri
Kenapa tak kau biarkan ia bersama cintaku
Yang telah lama kau pikat dengan cuma tanda
Yang bisa saja salah di telisik oleh waktu?
Ketika cinta menjelang remang~remang
Beri lentera yang akan setia menggamitnya
Menuntun pelan ke padang tantangan
Agar cinta itu tak datang membawa dusta
Atau luka yang mahaduka
Ketika cintamu tampak begitu lelah
Apakah aku harus tetap memberimu rindu
Sementara cintaku pun juga telah menyerah
Pada ketiadaan untuk berbagi dengamu
Ketika cintamu perlahan hanya berupa nanti
Atau janji yang tak pernah lagi ada buktinya
Ketika itu pula izinkan aku mencari pengganti
Sebab tak lagi guna sepanjang hari aku bertanya
Akan makna kebersamaan kita
Ketika cintamu hanya berupa pesan singkat
Sia~sia rasanya mencoba menyimpannya di hati
Karena tanpa ragu ia akan lekas bersiloncat
Meninggalkan noda yang takkan henti menyapaku
:PEDIH.......
Kenapa tak kau biarkan ia bersama cintaku
Yang telah lama kau pikat dengan cuma tanda
Yang bisa saja salah di telisik oleh waktu?
Ketika cinta menjelang remang~remang
Beri lentera yang akan setia menggamitnya
Menuntun pelan ke padang tantangan
Agar cinta itu tak datang membawa dusta
Atau luka yang mahaduka
Ketika cintamu tampak begitu lelah
Apakah aku harus tetap memberimu rindu
Sementara cintaku pun juga telah menyerah
Pada ketiadaan untuk berbagi dengamu
Ketika cintamu perlahan hanya berupa nanti
Atau janji yang tak pernah lagi ada buktinya
Ketika itu pula izinkan aku mencari pengganti
Sebab tak lagi guna sepanjang hari aku bertanya
Akan makna kebersamaan kita
Ketika cintamu hanya berupa pesan singkat
Sia~sia rasanya mencoba menyimpannya di hati
Karena tanpa ragu ia akan lekas bersiloncat
Meninggalkan noda yang takkan henti menyapaku
:PEDIH.......
Rabu, 12 Mei 2010
SEBERKAS CAHAYA
Betapa aku ingin seperti bintang
Dia bercahaya di dalam kegelapan
Cahayanya mampu merebak tirai kegelapan
Seberkas cahayanya menembus tebalnya kabut
Menerangi bumi yang gelap gulita
Dan hati anak manusia yang kelam
Cahayanya yang berkilau suci
Meredupkan segala keangkuhan
Kesombongan dan liarnya dunia
Seberkas cahayanya mengetuk pintu hati setiap insan di bumi
Mengusir kegelapan dan kelabu dari jiwa anak manusia
Dari singgasananya dia tersenyum manis
Memberikan kesejukan di hati
Dan mengobati segala jiwa yang terluka
Dia bersenandung untuk jiwa yang sepi
Dia bercahaya di dalam kegelapan
Cahayanya mampu merebak tirai kegelapan
Seberkas cahayanya menembus tebalnya kabut
Menerangi bumi yang gelap gulita
Dan hati anak manusia yang kelam
Cahayanya yang berkilau suci
Meredupkan segala keangkuhan
Kesombongan dan liarnya dunia
Seberkas cahayanya mengetuk pintu hati setiap insan di bumi
Mengusir kegelapan dan kelabu dari jiwa anak manusia
Dari singgasananya dia tersenyum manis
Memberikan kesejukan di hati
Dan mengobati segala jiwa yang terluka
Dia bersenandung untuk jiwa yang sepi
Selasa, 04 Mei 2010
KEINGINANKU
Keinginanku tertahan waktu
Tak berwujud apapun
Selain gelisahku
Tak cukup hanya dengan bayangmu
Melumpuhkan kesepian yang dalam disini
Sungguh nyata
Semakin aku menunggu
Semakin aku terjerat
Terjerat dalam penantian ini
Sedetikpun menghilang
Sungguh begitu berarti
Sepi yang tak pernah berakhir
:Aku berhenti menanti....
Tak berwujud apapun
Selain gelisahku
Tak cukup hanya dengan bayangmu
Melumpuhkan kesepian yang dalam disini
Sungguh nyata
Semakin aku menunggu
Semakin aku terjerat
Terjerat dalam penantian ini
Sedetikpun menghilang
Sungguh begitu berarti
Sepi yang tak pernah berakhir
:Aku berhenti menanti....
SEMENJAK ITU....
Tak lagi mengeja cinta
Mulut terkunci
Hati kian keluh
Semenjak itu...
Bahasa terhalus ialah menangis
Bukan mengharap
Selain kau maafkan aku
Mulut terkunci
Hati kian keluh
Semenjak itu...
Bahasa terhalus ialah menangis
Bukan mengharap
Selain kau maafkan aku
AKU SUDAH LUPA
Aku sudah lupa....
Pada pertemuan pertama
Sehabis gerimis awan hitam berlapis
Apakah aku menggamit tanganmu
Atau kau yang menuntunku
Melampaui gordin menuju mimbar itu?
Aku sudah lupa....
Pada pertemuan pertama
Lalu kita mulai pertikaian
Hingga aku luka birahiku layu
Aku......
Sungguh sudah lupa!
Juga pada wajah munafikmu itu....!
Pada pertemuan pertama
Sehabis gerimis awan hitam berlapis
Apakah aku menggamit tanganmu
Atau kau yang menuntunku
Melampaui gordin menuju mimbar itu?
Aku sudah lupa....
Pada pertemuan pertama
Lalu kita mulai pertikaian
Hingga aku luka birahiku layu
Aku......
Sungguh sudah lupa!
Juga pada wajah munafikmu itu....!
Langganan:
Postingan (Atom)