Lengkaplah sudah sepi ini menguruk sendiriku
Terkulai dikunyah nelangsa yang berapi-api
Menyusuri jalanan lengang
Bersimbah angan tanpa tujuan
Dalam derap gerimis yang pongah menghujam
Terbuai wajahmu yang menyusup bertubi-tubi
Membawa sebaris kata bahagia yang menenggelamkan nurani diatas pengharapan tak berkesudahan
Tentang rindu kusam
Tentang cinta terbuang
Mengutip satu namamu di antara keluh kesah gundah gelisah&lara pesakitan
Masihkah ada secuil senyum darimu dibatas penantianku yang kini makin terbata dalam kata-kata untuk memujimu,mengharapmu,mencintaimu&menantimu
Jika masih ada ruang yang tersisa dihatimu untukku sedikit saja
Tolong bicaralah pada tanah membentang,pohon-pohon rindang&angin yang mengusik kepongahan
Setidaknya biar ada tanda yang bisa kubaca&kuraba
Janganlah sepi yang hadir
Janganlah semu yang membeku
Aku selalu berjalan menujumu,itu pasti!
Terkulai dikunyah nelangsa yang berapi-api
Menyusuri jalanan lengang
Bersimbah angan tanpa tujuan
Dalam derap gerimis yang pongah menghujam
Terbuai wajahmu yang menyusup bertubi-tubi
Membawa sebaris kata bahagia yang menenggelamkan nurani diatas pengharapan tak berkesudahan
Tentang rindu kusam
Tentang cinta terbuang
Mengutip satu namamu di antara keluh kesah gundah gelisah&lara pesakitan
Masihkah ada secuil senyum darimu dibatas penantianku yang kini makin terbata dalam kata-kata untuk memujimu,mengharapmu,mencintaimu&menantimu
Jika masih ada ruang yang tersisa dihatimu untukku sedikit saja
Tolong bicaralah pada tanah membentang,pohon-pohon rindang&angin yang mengusik kepongahan
Setidaknya biar ada tanda yang bisa kubaca&kuraba
Janganlah sepi yang hadir
Janganlah semu yang membeku
Aku selalu berjalan menujumu,itu pasti!