Senin, 24 Mei 2010

DALAM SEPI SENDIRI

Pelan waktu merambat dalam diriku
Kesepian mulai terasa hampa
Hanya kekosongan yang ada dulu
Aku sudah terbiasa dan kuacuhkan
Tapi sekarang kurasakan himpitan kesepian
Yang menekan rasa dalam diriku

Hari~hari yang aku lewati terasa bagai malam tak berkesudahan tanpa ada dirimu di sisiku

Ketika matahari tak kunjung datang
Untuk menyentuh kalbuku yang paling dalam
Hanya mendung yang menemani pilu dan getir ini
Aku hanya bisa pasrah bersujud di langit~langit pengharapan

Aku berdiri di ruang~ruang semesta tinggi
Atau sihirlah mataku sehingga aku bisa berdampingan denganmu
Dan.....
Kubisikkan bahasa cinta kepadamu

Kau yang menyikap jiwa
Dan menutupi malam
Kau yang menakjubkan yang beterbangan di langit mimpiku
Pikiran dan kata~kataku adalah gelombang dari ingatan yang tak akan terpisahkan
Yang menyimpan kenangan hari~hari kemarin kita

Sabtu, 22 Mei 2010

SAAT MERINDU

Sampai detik ini....
Aku masih memilin angin yang tak beraturan
Negeri rindu yang kau tebar masih tertutup kabut tebal
Sementara aku kakiku gemetar menilas jejakmu

Tak ampun lagi aku berlari mengejar negeri rindumu
Apakah ini hanya bayang~bayang semata?
Tapi mengapa kau begitu nyata dimataku

Kakiku tak gentar memburu wajahmu
Hanya kadang gemetar saat ku tahu kau jauh dari sisiku
Lega rasanya bisa menyisir semua keindahanmu meski hanya dalam mimpi

Aku tersudut seorang diri
Kupandangi langit yang luas tak berbatas
Kuraba hati kembali
Menakar kangen dan rindu yang hinggap,untukmu

Perjalanan dan pencarianku belum juga berakhir
Masih saja ada rindu yang terus mencatat tentangmu
Tak hilang,meski kau semakin jauh berlari

Sebaris waktu bersamamu menjadi pahatan terindah dalam perjalanan hidupku
Segala cerita tentangmu masih tertinggal di jiwaku
Mengerak keras dalam lelahnya pengembaraanku
Sungguh terlalu berat memikul beban rindu ini
Andai kau tau itu!

Selasa, 18 Mei 2010

KETIKA CINTA (II)......

Ketika cintamu asyik bercengkerama sendiri
Kenapa tak kau biarkan ia bersama cintaku
Yang telah lama kau pikat dengan cuma tanda
Yang bisa saja salah di telisik oleh waktu?

Ketika cinta menjelang remang~remang
Beri lentera yang akan setia menggamitnya
Menuntun pelan ke padang tantangan
Agar cinta itu tak datang membawa dusta
Atau luka yang mahaduka

Ketika cintamu tampak begitu lelah
Apakah aku harus tetap memberimu rindu
Sementara cintaku pun juga telah menyerah
Pada ketiadaan untuk berbagi dengamu

Ketika cintamu perlahan hanya berupa nanti
Atau janji yang tak pernah lagi ada buktinya
Ketika itu pula izinkan aku mencari pengganti
Sebab tak lagi guna sepanjang hari aku bertanya
Akan makna kebersamaan kita

Ketika cintamu hanya berupa pesan singkat
Sia~sia rasanya mencoba menyimpannya di hati
Karena tanpa ragu ia akan lekas bersiloncat
Meninggalkan noda yang takkan henti menyapaku
:PEDIH.......

Rabu, 12 Mei 2010

SEBERKAS CAHAYA

Betapa aku ingin seperti bintang
Dia bercahaya di dalam kegelapan
Cahayanya mampu merebak tirai kegelapan

Seberkas cahayanya menembus tebalnya kabut
Menerangi bumi yang gelap gulita
Dan hati anak manusia yang kelam

Cahayanya yang berkilau suci
Meredupkan segala keangkuhan
Kesombongan dan liarnya dunia

Seberkas cahayanya mengetuk pintu hati setiap insan di bumi
Mengusir kegelapan dan kelabu dari jiwa anak manusia

Dari singgasananya dia tersenyum manis
Memberikan kesejukan di hati
Dan mengobati segala jiwa yang terluka

Dia bersenandung untuk jiwa yang sepi

Selasa, 04 Mei 2010

KEINGINANKU

Keinginanku tertahan waktu
Tak berwujud apapun
Selain gelisahku
Tak cukup hanya dengan bayangmu
Melumpuhkan kesepian yang dalam disini
Sungguh nyata

Semakin aku menunggu
Semakin aku terjerat
Terjerat dalam penantian ini

Sedetikpun menghilang
Sungguh begitu berarti
Sepi yang tak pernah berakhir

:Aku berhenti menanti....

SEMENJAK ITU....

Tak lagi mengeja cinta
Mulut terkunci
Hati kian keluh

Semenjak itu...
Bahasa terhalus ialah menangis
Bukan mengharap
Selain kau maafkan aku

AKU SUDAH LUPA

Aku sudah lupa....
Pada pertemuan pertama
Sehabis gerimis awan hitam berlapis
Apakah aku menggamit tanganmu
Atau kau yang menuntunku
Melampaui gordin menuju mimbar itu?

Aku sudah lupa....
Pada pertemuan pertama
Lalu kita mulai pertikaian
Hingga aku luka birahiku layu

Aku......
Sungguh sudah lupa!
Juga pada wajah munafikmu itu....!

SIANG ITU BUATMU

Ingin kucurahkan awan~awan hitam
Sembari menangis dan tertunduk bisu
Ambillah...
Disitu ada siang yang menunggu
Dan kau....?
Mengapa masih terpaku?
Memejamkan mata pada seribu kisah
Bawa...
Bawa...siang itu berlalu
Antara gerimisnya rindu
Kutatap seluruh luka yang beku
Karena siang itu sudah setahun lebih yang lalu
Namun....
Dadaku masih menyimpan namamu
Yang pernah kau titip di ujung kalbu
Ah..sudahlah
Bukankah siang itu sudah keserahkan padamu?

AMBANG PETANG

Ketika hari pergi....
Dengan secercah cahaya senja
Usiamu mengikuti terbang burung
Pulang ke sarang waktu
Kau....
Aku....
Kita....
Terhimpun dalam pusaran itu
Terkutuk takdir sendiri

Tak pernah kita sesali kelahiran
Tapi kita coba buru bahagia
Hingga ambang petang
Tubuh mengukur umur
Jiwa menakar karma
Seuntai puisi telah kuzikirkan untuk namamu
Hingga waktu perlahan memecah
Jadi beribu keping keheningan....

Minggu, 02 Mei 2010

AKHIRNYA KEKASIHKU MENINGGALKANKU

Aku ijinkan engkau pergi....
Bila itu yang kau inginkan!
Meski tangisku darah...
Aku yakin perasaanmu tak akan iba
Karena kamu pasti sudah bosan mendengar lantunan tembang cintaku
Dan itu mungkin....
Menjadi satu alasan kecil dari berjuta alasan yang kamu putuskan untuk menjauh dariku

Pergilah...
Kejarlah dunia barumu tanpa aku
Turutilah apa yang menjadi keputusanmu
Semoga kamu bahagia dengan jalan yang kamu pilih
Doaku untuk dirimu....
Semoga kebahagiaan tidak berpaling darimu
Aku rela meski hatiku perih
Aku hanya berharap kamu mendapatkan apa yang kamu inginkan
Semoga apa yang kamu yakini benar adanya

Meski dalam hati kecilku....
Semoga kamu tidak mendapatkan apa~apa disana
Semoga dalam kesendirianmu tidak menemukan apa yang kamu miliki sebelumnya
Mungkin aku egois....
Tapi aku insan yang mengharapkanmu
Sampai kapanpun....
Aku tetap mengharapkanmu!

Biar aku harus mengarungi hari dengan deraian tangis aku rela
Karena aku yakin....
Apapun yang kau lakukan kesedihanku akan memberatkan setiap langkahmu
Sungguh....!
Aku tidak sengaja membuat kamu terluka seperti itu
Sama sekali bukan niatku untuk semua ini

Tolonglah wahai kekasihku yang berhati baja
Beri aku waktu untuk lebih mengerti hatimu
Walau aku tau itu sangatlah sulit
Jangan tinggalkan aku seperti ini!
Aku berlagu
Aku bernyanyi
Aku berteriak
Aku menangis
Semua untuk memberatkan langkahmu
Ku mohon rubahlah pendirianmu
Dan bukalah hatimu untukku

Dengarkan rintihanku ini
Jika kamu telah letih....
Jika kamu lelah berjalan
Jika kau sampai dibatas waktu lemah
Ingatlah aku....
Orang yang telah mengabadikan dirimu di dalam hatinya
Orang yang telah menorehkan namamu dalam pusara hatiku
Orang yang akhirnya menjadi pengemis atas cinta

Aku berjanji akan menyirami terus luka hatimu
Hingga kau lupa pernah mengalaminya....

KETIKA CINTA......

Ketika cinta menyerah sebelum terucapkan
Ya,ungkapkan saja jika ada ketetapan hati
Atau...
Kepastian bahwa akan ada isyarat setara

Ketika cinta mendeting perlahan
Mungkin memang bukan keramaian yang hendak dihadirkannya
Dengan begitu setiap helaan asmara akan dapat dicerna dengan seksama
Adakah itu sebuah sinyal?

Ketika cinta merambah ke raga
Harus jelas sungguh arah maunya
Mungkinkah sekadar penerusan rasa
Atau semata~mata itu tujuan utama?

Ketika cinta merambah ke raga
Rasakan ia dengan jiwa yang dewasa
Dan bukan dengan fatamorgana yang sementara

Ketika cinta harus diperjuangkan
Jauhkan risih dengan suara lirih hati
Galang cerita untuk memupus enggan
Ciptakan dalih nyaman sebersih hati juga janji
Yang menawarinya cahaya atau ajakan membangun cuaca

Ketika cinta sebatas yang fana
Tak ada gunanya untuk terus menjaganya

Beri saja ia ruang untuk bermain~main
Toh pada akhirnya tak ada lagi yang pantas untuk tetap dipegang


Sabtu, 01 Mei 2010

KAU MENARI DALAM LUKA INI

Kau menari dalam luka ini
Menghujam puisi~puisi cinta
Yang kurangkai dulu
Saat malam~malam penuh keindahan

Kau menari dalam luka ini
Menyayat rindu di sanubari

Kau menari dalam luka ini
Tinggalkan aku yang sengsara disini
Dalam sejuta kenangan yang musnah

KAUKAH....?

Kaukah yang semayam di jantungku?
Namun begitu asing kurasa
Air,pasir,ombak,angin....
Terangkum jadi satu lukisan
Pada lembaran kanvas hidupku

Kaukah laut yang memeram topan dalam ketenangan?
Jadi gelombang dalam gelisah angin
Hingga mengolengkan perahu~perahu
Yang berlayar ke pulaumu

Kaukah yang menyadap tetes~tetes rindu dari pohon cinta yang hampir layu?
Hingga aku kembali berpaling menatap lembut wajahmu

ANGGREK BULAN

Wajah putih........
Anggrek bulan
Tak sepenuhnya kupahami
Ditengah taman kata

Kau.......
Merasa sunyi
Merasa ditinggalkan waktu
Embun menetes dari mata
Berkelopak putih
Mendera bait~bait sajak yang makin kehilangan pijak
Pernah dulu aku paham embun itu
Begitu lembut belai bathin
Menyegarkan kenangan

Kekasih.......
Kau pernah mengajariku
Bagaimana mesti bermain cinta dibawah guguran purnama
Ditengah pasang surut gelora jiwa
Hingga wangimu tak lagi sempurna
Kuperam sebagai nyanyian kedasih
Di larut malam yang letih

Kamis, 29 April 2010

TENTANG MIMPI

Mimpi...
Tak berkedip memandangmu
Dihujamkan angan dalam tidurmu
Ditusukkan kata dalam risau
Menjelma menjadi gelisah karat pisau

Mimpiku bukanlah mimpi
Tapi bisa juga mimpi kita tak beda
Tak perlu dirisalahkan
Mimpi biar hiasi kegelisahan

Mimpi tak enggan berbisik
Jadi dorongan jiwa untuk tetap tak goyah
Ditengah banyak tanya
Dan badai yang tak pernah reda

Sebuah mimpi yang menghampiri
Janganlah dihindari
Gapailah karena sangat berarti
Bagi diri sendiri

:Agar perjalanan tak sia~sia...

Minggu, 25 April 2010

UNTUK KEDUA MALAIKAT KECILKU

Dengarlah anakku....
Kau dan aku sama
Menjalani hidup
Hidup penuh coba
Jangan bimbang lagi
Teruslah melangkah
Ada aku disini....
Yang kan menemani
Hanya cinta yang 'kan selalu hadir dalam segala sepi
Hanya cinta pula yang 'kan selalu bisa kau harapkan dalam menjalani hidup
Yakinlah anakku....
Kasihi semua
Tanpa terkecuali
Dan tanpa kembali
Hidup 'kan berarti
Dengan mencintai
Niat jujur dan tulus
Takkan pernah mati
Hanya cinta yang 'kan selalu hadir dalam segala duka
Hanya cinta yang 'kan selalu bisa kau berikan dalam mensyukuri hidup
Hanya cinta yang 'kan selalu menyembuhkan segala luka
Dan....
Hanya cinta pula yang 'kan selalu bisa membuktikan semua keindahan hidup

BAGIKU CINTA....

Pena ini tak pernah berhenti menggoreskan tinta cinta
Halaman demi halaman tak berkesudahan
Namamu nyata terukir disana
Menjadi inspirasiku untuk tetap bertahan
Aku tidak cukup pandai
Merangkai kata untuk menjual cinta
Bagiku cinta ialah cinta
Maka aku pun mencintai dengan apa adanya
Cinta itu sebuah naluri
Ia tidak bisa dibohongi dan membohongi
Mencintai memang butuh kerelaan dan keikhlasan
Selain perjuangan cinta juga butuh pengorbanan
Bercinta dengan hati untuk sebuah keabadian
Untukmu biarkan kisah ini selalu terukir
Karena diriku memang tak ingin cerita kita berakhir.....

KANGEN & RINDU

Hari berganti bulan...
Dan bulan berganti tahun...
Kubertahan dengan menikmati apapun yang menjadi luapan hati
Mencari~cari sedalam apa rindu ini
Menjelma nyata,untukmu
Perjalanan dan pencarianku belum juga berakhir
Masih saja ada rindu yang terus mencatat tentangmu
Tak hilang,meski kau semakin jauh berlari
Meski tangan ini mulai tertatih menulis cerita rindu untukmu
Aku tak mampu untuk mengakhirinya
Barangkali bersamamu aku bisa mencipta bahagia
Dan pada akhirnya....
Aku tersudut seorang diri
Kupandangi langit yang luas tak terbatas
Kuraba hati kembali
Menakar kangen dan rindu yang hinggap,untukmu
Kulewati hari dengan mengais apa yang tersisa dari perjalanan jiwa
Betapa susahnya menyelami hatimu
Mengundang rindu tuk terus menyapa tak mau menepi
Sampai detik ini....
Aku masih memilin angin yang tak beraturan
Negeri rindu yang kau tebar masih tertutup kabut tebal
Sementara aku..kakiku gemetar menilas jejakmu

PENANTIANKU

Penantianku selama ini usai sudah
Ternyata aku tak salah memendam cinta ini
Kini aku tau kau telah memilihku
Bermalam~malam aku menunggu kejujuran hatimu
Detik ini...aku percaya
Kau memang mencintaiku
Apa lagi kata yang harus aku sembunyikan?
Kalau kenyataannya aku juga mencintaimu
Berlabuh sudah akhirnya cinta pelangi
Yang kubangun diatas risau ragumu
Saat ini tak ada yang lebih membahagiakan
Selain menerima dirimu
Terlalu indah kebahagiaan ini untuk dilukiskan
Ungkapan hatimu bagai siraman salju digersang hatiku
Terima kasih karena kau mencintaiku....


TERSIKSA

Saat kutemukan dirimu
Tak kusangka rasamu tertinggal begitu dalam
Hingga ku tak tahu apakah ini cinta yang terindah
Yang kan berakhir
Telah ku ucapkan sayang
Dan kubuktikan kau yang terpilih
Namun kau buatku tersiksa
Dengan rasa yang tak pernah kan terjawab
Apa yang harus kulakukan.....
Agar aku berikan cintaku hanya untukmu
Meski ku berharap kau mau
Merasakan getaran yang pernah kita rasakan

Sabtu, 24 April 2010

Aku menatap alam yang tertidur
Dan dengan renungan mendalam terungkaplah realitas
Sesuatu yang tidak terbatas dan sangat luas
Sesuatu yang tidak mempunyai kekuatan untuk menuntut
Memperoleh pengaruh atau juga dibeli dengan uang
Ia juga tak terhapus oleh air mata
Itulah makna alam yang berhias indahnya cinta
Perkenankanlah aku menyentuhmu
Perkenankanlah aku mendengarkan suara hatimu
Renggutlah cadar ini...
Yang menutupi tujuanku merangkai bahasa cinta
Dan mengukir indahnya cinta
Robohkanlah dinding ini...
Yang menghalangi cintaku dari pandanganku yang jernih
Dan tempatkan aku di atas sepasang sayap dengan ukiran kata cinta
Serta...
Kutitipkan cintaku pada seribu kunang~kunang yang terang benderang
Dan berharap mereka kan pulang padaku setelah bersayap~sayap rinduku padamu

CINTA DALAM KESEDIHAN

Tak pernah ku merasa sepi
Sesepi hari~hari ini
Kusadari ku sendiri
Melamun dalam gundahnya hati
Terhimpit kerinduan bercampur baur kehilangan
Tak kukira secepat ini...
Jadi pesakitan cintamu
Terseret arus kekacauan
Teganya kau sudahi cintaku
Begitu menusukku
Begitu remukan jiwaku
Kau hancurkan segala keinginan
Duakan dirimu
Kau membuatku terkubur mati dalam kesedihan
Ku tak sanggup musnahkan rasa sayang tertuju padamu
Tuhan tolonglah jiwaku
Rintihan kepedihan bathinku

Jumat, 23 April 2010

MENGHUJAM JANTUNG

Detak waktu menghujam di jantung
Menjadi titik-titik yang membentuk wajah tampanmu dimataku
Dirimu...
Memenuh di semua ruang diriku
Lalu menyatu dalam keindahan cintamu
Kurentangkan busur...
Kubidik & kupanah hatimu
Angin mendesir
Panah mendesing
Dan cintapun mengalir diantara hatimu & hatiku
Kau & aku..
Tak perlu lagi kata-kata
Karena kata-kata telah melebur dalam cinta kita

22 APRIL PADAMU KEKASIH

Sejak kau katakan cinta
Aku hanyut dalam simfoni rasa
Yang memainkan nada-nada minor pada dawai-dawai hatiku
Mungkin kau tak pernah mengira
Karena cinta memang tak terkira
Karena cinta memang tak terukur
Bahkan oleh hatimu sendiri
Kau telah melihat
Betapa cintaku adalah dahaga abadi
Dahaga hanya padamu
Pada setiap lekuk hatimu
Mencintaimu...
Membuat hidupku tak lagi hampa
Mencintaimu...
Adalah suatu kebahagiaan dalam hidupku untuk selamanya

AKU BERTANYA KEPADA HATI DAN PIKIRANKU

Wahai hatiku yang rapuh...
Aku bertanya kepadamu...
Kenapa kamu biarkan dia datang dan bermain dalam taman hidupku?.
Seharusnya kamu mengerti keadaan perasaanku yang labil ini.
Begitu mudahnya aku senang,duka,sedih dan segala rasa tentang perasaan.
Duhai hatiku yang sombong...kini aku menghujatmu.
Mana tanggung jawabmu terhadap perasaan yang semakin mendalam ini?
Mana tenagamu dalam mendukungku ketika terjatuh seperti ini?
Mana obat yang kubutuhkan untuk sakit perasaan yang sedang ku alami ini?
Hai..hatiku yang tak perduli...aku memanggilmu...
Ketahuilah kalau saat ini aku tengah lara hati
Dia yang aku cinta
Yang kau biarkan bermain di perasaanku beranjak pergi
Katakan padaku bagaimana caraku memanggilnya kembali?
Perasaan ini telah terlalu dalam melukai sanubari hatiku
Dia begitu leluasa menari-nari dan mencoret-coret dinding jiwa ini
Akibatnya aku terbelenggu dalam kata cinta yang erat kepadanya
Ini bukan luka perih perbuatannya
Ini perasaan cinta yang tak pernah kurasakan
Aku beringsut diri tanpa berani bangkit mengejarnya
Dia telah memikatku,menjaringku,mengikatku dan membelenggu perasaanku
Dia seperti memaksa otakku untuk selalu memikirkannya
Dialah pemenang atas pergulatan perasaan ini
Huh...
Hatiku yang bodoh..jawablah aku...
Bagaimana caraku menanggulangi perasaan cinta ini?
Apa cara agar dia mau tinggal menemani ragaku?
Rayuan apa yang harus kupedengarkan agar perhatiannya tersita kepadaku?
Hati.....
Aku tidak menyesal telah mendengarkan suaramu daripada suara pikiranku
Tapi kumohon,berilah aku kejelasan untuk situasiku saat ini
Jangan kamu hanya duduk berayun mengguncang kaki...
Sementara aku dan pikiranku bingung mencari solusi atas keadaanku yang nelangsa ini
Hatiku yang membisu..
Aku tidak menyalahkanmu atas suara yang kamu bisikan
Walau terkadang aku mengabaikanmu dan lebih mendengarkan suara pikiran
Tapi aku menghargai kalian
Lihatlah pikiranku yang kusut ini..
Dia tetap mau membantu mencari obat penyembuh atas kondisi yang kamu ciptakan
Tolonglah hatiku
Aku yakin kamu lebih mengerti tentang hal ini dibandingkan pikiran
Ini masalah cinta
Masalah yang tidak mampu aku pecahkan dengan logika
Pikiranku sudah mengakui hal itu
Kamu lebih digdaya dalam hal cinta
Hatiku tidak ada yang lebih tinggi dari kalian
Aku menghormati kamu
Tolong carikan cara atas apa yang aku alami ini!.

Selasa, 30 Maret 2010

DIMANA LETAK NURANIKU

Malam yang gelap
Mendung menanti hujan
Kududuk dibawah pohon yang rindang
Diatas kolam yang indah dengan pancuran gemericik air
Ikan hias yang selalu lalang
Membuatku tertegun sejenak

Tatapan mataku keatas langit
Langit yang gelap tiada kelipan bintang-bintang
Tanpa sinar bulan yang menerangi bumi
Terasa sunyi sepi tetapi indah...indah perasaanku
Keindahan dambaan hatiku...kebahagiaan tujuan hidupku

Suasana yang begitu sepi
Angin terasa dingin membuat hatiku semakin sepi
Semua yang dekat tidak terasa tampak
Perasaanku selalu tertumpu pada suatu kejadian masa lalu dan kegusaran
Gusar pertanda masalah akan segera tiba
Gusar dan ragu pertanda nuraniku semakin hilang

Kebodohan,ketamakan,kemarahan...
Menghiasi insan yang tidak mengenal nurani
Semua merasa benar
Semua merasa tenar
Tidak pernah disadari apa yang terjadi disekelilingnya
Hanya yang tampak selalu yang jauh,jauh dari dirinya

Kebodohan selalu membuat orang menjadi lupa
Kebodohan selalu memojokkan orang lain...
dan merasa diri selalu benar
Dimana letak hati nurani yang hakiki?
Masihkah kita percaya kata hati?

DIRIKU

Merenung dikala sunyi...
Kurindu kedamaian
Tak pernah terlintas dibenakku untuk bersembunyi
Walaupun ku tahu...
Hidup itu penuh godaan dan cobaan
Ku selalu tersenyum
Selalu terbuka dan transparansi
Walau aku tahu...
Diriku yang lurus belum tentu dianggap lurus

Tetapi...
Tekadku tetap lurus dan jujur
Karena ku tahu kejujuran membuat diriku bahagia
Diriku...adalah diriku
Tidak ada yang menyamainya
Karena...
Ku tidak mau disamakan
Aku selalu tahu,siapa diriku
Aku adalah diri yang bahagia
Bahagia...hanya untuk diriku

CINTA DAN DUSTA

Termenung dalam keseharian
Tanpa rasa...
Tanpa beban...
Namun pikiran terasa melayang
Seperti terhembus angin yang pengat
Kosong...
Sakit bagaikan pompa angin
Pompa yang akan memompa bathin

Sewaktu rasa cinta itu padu
Tidak terasa ruang celah menghambat
Semua terasa indah,mudah,dan pasrah
Tidak terlintas sedikit penyesalan
Suasana hati yang selalu berbunga
Di iringi alunan musik ringan yang syahdu
Bagaikan raja2 diwaktu berkuasa
Semua dapat dilalui dengan rasa bahagia dan puas

Namun...
Setelah beberapa waktu
Hari semakin suram...
Persahabatan semakin bermasalah
Cinta semakin luntur
Kegelisahan semakin menghantui
Pertanda pikiran semakin kacau
Cinta dan dusta semakin mendekat
Apa yang harus diperbuat?

Cinta telah berlalu
Dusta semakin bermasalah dan beban
Disinilah rasio tidak muncul
Rasio tidak tampak
Apa yang harus dilakukan?
Kejernihan...
Kekuatan akal yang akan terbawa pergi bersamanya

Kamis, 11 Maret 2010

PERSAHABATAN

Persahabatan itu bukan terletak pada banyaknya pertemuan.
Bukan pula pada manisnya kata-kata & bualan.
Namun....
Persahabatan itu terletak pada ingatan seseorang tentang kenangan saat bersama.
Susah & senang tentunya menjadi ujian yang mengemukakan keadaan.
Terhadap sahabatnya disetiap waktu & doanya tak akan terpisah selamanya.
Kaulah sahabat sejatiku yang pada akhirnya mengkhianatiku!.

CURAHAN HATIKU

Sering kali kudendangkan lagu cinta.
Dari kesederhanaan daya yang tercipta.
Dalam lelah & hina...
Semua luka kurangkai menjadi lantunan kesedihan.
Malam menjadi pendengar sejati apa yang kulantunkan.
Bulan terenyuh iba.
Dan....
Bintang tertegun tak percaya saat kuuraikan cerita tentang cinta kita.
Inilah cintaku....
Seperti inilah perjalanan hatiku.

SAAT BERSAMAMU

Jika aku bersamamu...
Bantu aku untuk menghentikan waktu.
Sejujurnya aku muak mengingat waktu.
Karena waktu pernah mencuri hal terindah yang pernah kumiliki.
Dan aku tidak ingin dia mengulanginya lagi.
Terlebih ketika saat kita bersama sekarang ini.
Aku tidak ingin waktu memisahkan kita & merampas semuanya.
Tolong.....
Hentikanlah waktu.

INDAHNYA MENCINTAI

Saling mencintai...
Saling mengisi & berbagi.
Sungguh indah & harmonis hubungan seperti itu.
Tidak ada angkara,kedustaan & pengkhianatan.
Saling menyatukan kasih sayang dalam mengarungi bahtera asmara.
Seperti rembulan yang mengisi kegelapan malam.
Berhubungan panjang.....
Terus menerus hingga ribuan masa.
Kasih & sayang atas cinta mereka tidak akan terputus.
Masa & waktu tidak berarti....
Karena jiwa mereka tetap sehati.