Masihku berselimut gundah
Hari-hariku berjalan dalam aliran detak jantung yang gelisah
Memaksa mataku kembali basah
Jiwaku tersiksa...
Hatiku tersayat luka
Samar ku pandang dunia
Membabi buta kupijak tanah berkerikil
Bercerai berai jiwaku berjalan tak berarah
Larut dalam duka ketika kusadar
Setiap saat ku undang tanya tanpa jawab
Mengapa sepi selalu menyekat diri meski ramai disekitarku
Apakah ini pertanda aku telah patah?
Yang tersisa dalam hatiku
Hanyalah gelap dalam asa
Aku telah hancur.....
Yang bisa kulakukan kini tak lebih dari membelai kasih hampa
Tengadah dalam tatapan kosong
Menghitung datangnya hari esok
Dalam kecewa tak berkesudahan
Rabu, 09 September 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar