Kamis, 17 September 2009

DALAM MATAMU

Pada bening bola matamu
Kutemukan sirat sinar keteduhan
Laksana bagai air yang dingin
Menyirami hatiku yang tengah kering

Di bening bola matamu
Aku mendapatkan kedamaian yang sulit untuk aku acuhkan
Sejenak matamu mengerjap-ngerjap
Betapa aku terpesona oleh semua itu
Walaupun aku tak pernah mengerti
Adakah semua itu membawa arti?

Sungguh.....
Aku dapat merasakan lewat cahaya matamu
Bahwa sebenarnya banyak yg ingin kau katakan
Aku menunggu...
Menunggumu hingga ada suatu ungkapan yang jelas
Bukan suatu hal yang membuat kegalauan hatiku

Namun...
Semua hanyalah ke sia-sia-an belaka
Kau begitu keras
Sekeras batu cadas di tengah laut
Atau kau sesungguhnya tidak berani mengakui adanya suatu kebenaran?

Sampai pada suatu batas
Aku akhirnya tak pernah lagi terkesan oleh pesan yang terpancar dari keteduhan sinar matamu itu
Karena bagiku semua sama saja
Aku tetap berjalan dalam keheningan hatiku


Tidak ada komentar:

Posting Komentar