Dedaunan bergerak melambai-lambai
Perut bumi menari-nari
Ranting-ranting turut bergoyang mengikuti irama sang bayu
Aku hanya terdiam terpaku menikmati semua itu
Dalam kesendirian kemerenung menanti sebuah jawaban
Lelap telah merangkul jiwa-jiwa lelaki
Sementara hanya diriku yang masih terjaga
Penantian telah membebaskanku dari dekapan kantuk
Jumat, 28 Agustus 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar