Di tepian hati yang meradang
Aku menuliskan rindu dalam diam
Menguraikannya bait demi bait
Lalu bebas ku masuk ke dalam cintamu
Tanpa tanya dan ragu lagi
Kangen dan rindu....
Yang bersemayam di dadaku
Menggores cinta yang tak habis-habis
Berderai tak ubahnya mata langit yang meneteskan hujan
Aku masih seperti hari kemarin
Dilibat rindu tak berkesudahan
Bayangmu tetap saja menjadi kutipan sejarah
Yang tak lelah ku jamah dalam gundahku
Sabtu, 04 Juli 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Nice poems...maju terus mantang nyebur hehehe eh salah pantang menyerah
BalasHapusHai Shin, puisi keren ini bikin sendiri to???
BalasHapusHebat euy...
Oya, kayaknya sy bisa ksh koment ke sesama blogdetik deh, ini sy pinjem laptop suami, khusus u/ bikin komentar di puisi yg bagus punya Nyi Dandhang Gendhis...hehehe :D
Mumpung bisa komentar lagi ah... :P
BalasHapusPertanyaan yg sama dg Dian, kok belum up date blog???