Seindah senja yang berselimut mendung
Mengunci pada kantuk yang melukis peraduan
Seindah itu pula rasa yang bersemanyam dalam dadaku
Mengunyah rindu yang makin menumpuk saat kudapati binar indah matamu menyongsong langit2 ruangan
Kesiap senyummu membakar rapuhku yang sempat lenyap dihantam badai ragu
Sungguhkah ini anugerah?
Membiarkan anganku terus menulis apapun tentangmu
Terbata dalam cakap
Tertatih dalam jejak
Terkulai dalam senyap
Terluka dalam penantian
Terpatuk dalam cintamu,satu-satunya
Inikah anugerah...?
Mungkin dalam guyuran gerimis,aku bisa temukan jawabannya
Senin, 20 Juli 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar