Wahai hatiku yang rapuh...
Aku bertanya kepadamu...
Kenapa kamu biarkan dia datang dan bermain dalam taman hidupku?.
Seharusnya kamu mengerti keadaan perasaanku yang labil ini.
Begitu mudahnya aku senang,duka,sedih dan segala rasa tentang perasaan.
Duhai hatiku yang sombong...kini aku menghujatmu.
Mana tanggung jawabmu terhadap perasaan yang semakin mendalam ini?
Mana tenagamu dalam mendukungku ketika terjatuh seperti ini?
Mana obat yang kubutuhkan untuk sakit perasaan yang sedang ku alami ini?
Hai..hatiku yang tak perduli...aku memanggilmu...
Ketahuilah kalau saat ini aku tengah lara hati
Dia yang aku cinta
Yang kau biarkan bermain di perasaanku beranjak pergi
Katakan padaku bagaimana caraku memanggilnya kembali?
Perasaan ini telah terlalu dalam melukai sanubari hatiku
Dia begitu leluasa menari-nari dan mencoret-coret dinding jiwa ini
Akibatnya aku terbelenggu dalam kata cinta yang erat kepadanya
Ini bukan luka perih perbuatannya
Ini perasaan cinta yang tak pernah kurasakan
Aku beringsut diri tanpa berani bangkit mengejarnya
Dia telah memikatku,menjaringku,mengikatku dan membelenggu perasaanku
Dia seperti memaksa otakku untuk selalu memikirkannya
Dialah pemenang atas pergulatan perasaan ini
Huh...
Hatiku yang bodoh..jawablah aku...
Bagaimana caraku menanggulangi perasaan cinta ini?
Apa cara agar dia mau tinggal menemani ragaku?
Rayuan apa yang harus kupedengarkan agar perhatiannya tersita kepadaku?
Hati.....
Aku tidak menyesal telah mendengarkan suaramu daripada suara pikiranku
Tapi kumohon,berilah aku kejelasan untuk situasiku saat ini
Jangan kamu hanya duduk berayun mengguncang kaki...
Sementara aku dan pikiranku bingung mencari solusi atas keadaanku yang nelangsa ini
Hatiku yang membisu..
Aku tidak menyalahkanmu atas suara yang kamu bisikan
Walau terkadang aku mengabaikanmu dan lebih mendengarkan suara pikiran
Tapi aku menghargai kalian
Lihatlah pikiranku yang kusut ini..
Dia tetap mau membantu mencari obat penyembuh atas kondisi yang kamu ciptakan
Tolonglah hatiku
Aku yakin kamu lebih mengerti tentang hal ini dibandingkan pikiran
Ini masalah cinta
Masalah yang tidak mampu aku pecahkan dengan logika
Pikiranku sudah mengakui hal itu
Kamu lebih digdaya dalam hal cinta
Hatiku tidak ada yang lebih tinggi dari kalian
Aku menghormati kamu
Tolong carikan cara atas apa yang aku alami ini!.
Jumat, 23 April 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Aku gak tau harus komen apa tapi yang jelas memang kakak ku ini puitis, romantis, dan baik hati dan tidak sombong
BalasHapus